Ad Clicks : Ad Views :
img

Sudahkah Anda Membaca Ayat 212 di Dalam Al-Quran?

/
/
/
260 Views

Tidak perlu bertanya-tanya lagi surat apa, karena satu-satunya surat yang memiliki ayat 212 hanyalah Surat Al-Baqarah. Di dalam Al-Quran tidak ada lagi surah yang memiliki jumlah ayat diatas 210 melainkan surah Al-Baqarah.

Dai dalam ayat tersebut kita akan menemukan peringatan Allah yang sangat luar biasa, yang berbunyi:

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Kehidupan dunia dijadikan indah di dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al Baqarah: 212)

Sungguh sangat dahsyat, Allah mengingatkan kepada kita bahwa orang kafir mereka melihat dunia ini sebagai sesuatu yang indah dan berharga dan tujuan utama, meskipun sebenarnya bagi Allah dunia ini bahkan tak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Kita juga diingatkan tentang hinaan terhadap keimanan orang-orang kafir. Serta rizqi yang tak terbatas dari Allah bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Maasya Allah.

Apabila dihubungkan dengan aksi super damai 212 yang terjadi di Jakarta dan dihadiri oleh jutaan Umat Muslim, maka kita dapat menjumpai banyak kecocokan dengan ayat tersebut. Betapa rezeki Allah amat luas dan tidak terbatas, betapa hinaan terhadap keimanan itu nyata adanya.

Namun, ada yang menarik jika kita melihat ayat lainnya yang berhubungan dengan angka 212, yakni surah 2 ayat 12, atau surah 21 ayat 2, keduanya mengisahkan tentang orang-orang munafik.

أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS. 2:12)

Membaca Al Quran

Siapakah yang Allah maksud ‘mereka’ di dalam ayat tersebut? Mari kita telisik pada ayat sebelumnya:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ () يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ () فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ () وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.” (QS. 2: 8-11)

Sungguh penggambaran yang amat jelas bagi kaum munafik yang sering berlindung di belakang kata ‘sikap netral’.

Kemudian mari kita lihat pada surah 21 ayat 2:

مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

“Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main.” (QS. 21:2)

Tentang siapakah ayat ini mengisahkan? Mari lihat ayat sebelumnya:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. 21:1)

Yaitu tentang orang-orang yang lalai serta tidak menyadari seberapa dekatnya kita dengan hari akhir atau kiamat.

Sesungguhnya petunjuk Allah bertebaran di setiap ayat, peristiwa, momen, maka apakah kita tak mampu menangkap petunjuk tersebut? Semoga Allah senantiasa memberi hidayah ke dalam hati kita.

 

Sumber: Ummi-Online.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *