Ad Clicks : Ad Views :
img

Jenis-jenis Awan, Pengertian Awan, Proses Terbentuknya Awan

/
/
/
252 Views

Jenis-jenis awan –  Sering kita melihat awan yang ada di langit. Namun, tidak banyak orang mengetahui jenis-jenis awan, mungkin hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya. Untuk memahaminya simak ulasan berikut.

A. Pengertian Awan

Awan merupakan kumpulan tetesan air yang mengkristal menjadi seperti es di dalam atmosfer bumi. Hal ini terjadi akibat pengembunan atau pemadatan uap air yang ada dalam udara setelah melalui titik jenuh.

Kita melihat awan di langit seperti gumpalan kapas putih yang lembut, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lalu mengapa awan berwarna putih bersih?

B. Proses Terciptanya Awan

Air yang berada pada permukaan bumi, akan naik karena panasnya matahari, hal ini dinamakan proses penguapan air.

Udara yang panas akan membuat akan memudahkan air untuk naik ke atas. Hingga sampailah kepada lapisan atmosfer yang memiliki suhu yang sangat rendah.

Kemudian uap air itu akan mencair sehingga terbentuklah kumpulan-kumpulan molekul titik air yang berjumlah sangat banyak, sehingga terbentuklah awan.

Setelah awan tersebut terbentuk, jumlah titik air di dalam awan tersebut akan semakin membesar dan awan itu akan menjadi lebih berat. Sehingga perlahan-lahan gaya gravitasi mulai menariknya ke permukaan bumi.

Hingga sampai kepada suati titik tertentu yang akan mengakibatkan kumpulan air itu terus menerus jatuh ke bumi atau biasa disebut sebagai air hujan.

Namun, apabila kumpilan titik-titik air tersebut bertemu dengan udara panas, maka titik-titik air itu akan menguap sehingga lenyaplah awan tersebut. Factor inilah yang mengakibatkan awan selalu berganti-ganti bentuk.

Air yang berada di dalam awan selalu berganti-ganti, menguap dan mencair. Hal inilah yang mengakibatkan terkadang ada awan namun tidak juga segera turun hujan.

C. Penggolongan Awan

Adapun jenis-jenis awan di langit yang memberikan keindahanya dikelompokan menjadi empat bagian menurut jenisnya. Sejak tahun 1802, komisi cuaca International telah mengadakan berbagai penelitian diadakan di Munchen dan Uppsala pada tahun 1894.

Berikut empat jenis awan yang harus anda ketahui:

#. Awan tinggi

Jika dilihat dari iklim yang dimiliki Indonesia yaitu iklim tropis, keberadaan kumpulan awan tinggi berada pada jarak 6 km hingga 18 km dari permukaan bumi. Hal ini tentunya akan berbeda jika anda lihat dari Negara yang memiliki iklim sedang seperti Eropa dan kawasan Asia Timur, jarak awannya kurang lebih 5 km hingga 13 km saja dari permukaan bumi.

Jika anda berada dari daerah kutub utara, awan ini akan terlihat lebih dekat lagi karena hanya berjarak sekitar 3 km hingga 8km saja.

1. Awan Cirrocumulus (Ci Cu)

awan cirrocumulus
scied.ucar.edu

Awan ini terlihat sangat indah yang menghiasi langit biru. Pola yang putus-putus ini nampak seperti selai yang dipenuhi oleh butiran es yang sangat mudah membeku. Namun, jika anda benar-benar memperhatikanya, akan nampak seperti kumpulan domba.

Awan jenis ini biasanya menampakan berbagai macam bentuk yang akan membuat siapa saja yang melihatnya akan berimajinasi.

Awan cirrocumulus ini hanya akan muncul beberapa saat saja, kemudian akan berubah lagi menjadi sirro stratus. Meskipun sebenarnya awan ini memiliki volume yang cukup dan ditopang dengan ukuran kecil, awan jenis ini tetap bisa berpotensi mendatangkan hujan.

Namun, sayangnya hujan tersebut tidak sampai pada permukaan bumi.  Awan-awan yang jatuh ini akan bercampur dengan salju.

2. Awan Cirrus (Ci)

Awan Cirrus
commons.wikimedia.org

Awan jenis ini memiliki struktur yang mirip seperti serat bulu burung, oleh karena itu awan ini dinamakan awan cirrus. Bentuknya sangat indah, melengkeng di langit biru dengan membentuk pola horizontal pada ke dua titiknya.

Terkadang awan yang berbentuk cirrus ini terlihat seperti Kristal es, meskipun sebenarnya jenis awan cirrus tidak menimbulkan potensi datangnya hujan bagi wilayah di bawahnya.

Awan cirrus biasanya berada pada ketinggian lebih dari 5 km. Bentuknya yang mirip seperti Kristal es, serta berada pada jarak yang cukup tinggi, menunjukan bahwa suhu awan ini sangat rendah meskipun pada musim panas.

3. Awan Cirrostratus (Ci St)

awan cirrostratus
weather.ou.edu

Bentuk awan ijni seperti kelambu yang membentuk seperti serabut dengan jalur-jalur yang tipis. Bisa juga mirip seperti kain kerudung halus dan berwarna putih-keputihan yang menutup sebagian atau bahkan seluruh langit.

Warna putih awan ini biasanya hampir menutupi bagian seluruh langit yang berwarna biru, sehingga yang tampak hanya warna putihnya saja. Selain itu, awan jenis inilah yang sering menampakan bentuk melingkar disekeliling matahari ataupun bulan.

Biasanya terjadi dalam setahun sekali pada Negara yang memiliki iklim tropis pada musim kemarau.

#. Awan Sedang

Jenis awan sedang atau awan menengah ini mempunyai jarak pandang yang bervariasai. Misalnya pada iklim yang ada di Indonesia tergantung pada pembagian musim atau iklim di Indonesia yang biasanya, pada daerah tropis yang memiliki iklim sedang berjarak sekitar 2 km hingga 7 km dari permukaan bumi.

Sedangkan untuk wilayah kutub utara dan selatan terletak pada ketinggian antara 2 km hingga 4 km dari permukanaan bumi. Berikut jenis-jenis tipe awan sedang:

1. Awan Altocumulus (A cu)

Awan Altocumulus
www.thinglink.com

Jenis awan alto cumulus mempunyai bentuk bulat-bulat seperti bola-bola kecil yang tebal dan berjumlah sangat banyak. Warna awannya putih agak pucat, bahkan hingga berwarna kelabu.

Jika orang yang melihatnya dalah orang yang imajinatif pasti akan melihat seperti awan yang saling bergandengan satu sama lain.

Awan dengan pola seperti ini biasanya kan muncul pada waktu senja. Banyak orang yang salah membedakan antara awan jenis ini dengan awan jenis cirroculumus.

Cara membedakanya cukup mudah hanya dari segi warnanya saja. Jika awan altocumulus berwarna putih bersih, sedangkan awan cirrocumulus berwarna kelabu.

Awan jenis ini biasanya bisa anda temukan di beberapa tempat tertentu, seperti di pegunungan, namun akan lebih terlihat jelas jika anda berada gunung yang tinggi. Atau bisa juga di depan rumah, dengan syarat terdapat angin kencang yang sampai massa udara relative stabil dan kering.

2. Awan Altostratus (A St)

awan altostratus
australiasevereweather.com

Jenis awan yang satu ini mempunyai bentuk meluas, menyebar kesebagian besar  langit dengan cukup tebal, serta warnanya putih kelabu. Biasanya jika muncul awan jenis ini pertanda akan segera turun hujan.

Namun, terkadang ketika awan dengan pola alto stratus yang nampak menggumpal dan banyak akan menjadi pertanda lain. Hal ini bisa menjadi cirri-ciri bahwa akan segera turun hujan. Anda bisa menjumpainya pada waktu senja sampai waktu malam.

Bahkan mungkin hingga pagi ketika anda melihat ke langit akan menjumpai awan yang sama seperti awan yang semalam. Dengan demikian awan ini ada dari senja, malam hingga pagi harinya.

Awan ini bisa berkembang dan berubah menjadi awan alto stratus lenti cularis. Hal ini dikarenakan adanya angin yang cukup kencang. Meskipun demikian awan ini tidak akan sampai menurunkan hujan, meskipun awan di langit berwarna kelabu menerus atau sering disebut awan mendung.

#. Awan Rendah

Klasifikasi awan rendah merupakan awan yang terletak dio langit dengan ketinggian yang rendah. Biasanya awan ini hanya berjarak 3 km dari permukaan bumi. Berikut macam-macam awan rendah:

1. Awan Strato Cumulus (St Cu)

awan stratocumulus
www.physics.byu.edu

Awan jenis ini sangat indah untuk dinikmati pemandanganya, terlebih jika sedang berada di daerah sekitar pantai atau di pinggir pantai, anda akan bisa melihatnya dengan jelas. Dengan bentuk seperti bola-bola dengan ukuran tipis dan meluas hingga hampir menutupi langit biru.

Pergerakan jenis awan stratocumulus biasanya lebih dominan dari arah horizontal lalu kemudian vertical. Bentuknya mirip seperti rekahan yang mana akan terlihat cahaya matahari berusaha untukmenembus celah-celah sempitnya.

Ketika anda melihat jenis awan strato cumulus di daerah pantai, sambil menikmati tiupan angis sepoi-sepoi, pasti akan sangat menentramkan hati. Sebab anda bisa melihat bagian bawah birunya air lau, sedangkan pada bagian atas terdapa lukisan laut yang indah.

Awan yang seperti gelombang ini terlihat tipis, sehingga sangat kecil kemungkinan akan turunya hujan saat anda sedang menikmati pemandanganya.

Warnaya yang putih serta terdapat beberapa bagian kelabu bisa terjadi saat senja mulai dating hingga petang hari. Namun hal lain yang perlu diperhatikan bahwa atmosfer di daerah tersebut terus stabil.

2. Awan NimboStratus (Ni St)

awan nimbostratus
www.wanwan.com.tw

Awan NimboStratus merupakan awan yang ada pada ketinggian rendah dan tidak menyebar dengan bentuk yang tidak berturan diujungnya. Awan ini menyebar cukup luas,s eluas mata memandang ke langit terlihat putih gelap. Awan ini bisa mendatangkan hujan tau salju untuk waktu yang cukup lama.

Keberadaan awan nimbostratus ini mengakibatkan jarak pandang menjadi rendah dan menutupi sinar matahari. Hujan yang diakibatkan dari awan ini biasanya memiliki intesitas rendah hingga sedang. Tapi bisa berlangsung dengan waktu yang cukup lama.

3. Awan Stratus (St)

awan stratus
photography.nationalgeographic.com

Jenis awan satu ini mempunyai kabut yang berada pada ketinggian cukup rendah yaitu hanya sekitar 2 km saja. Pada umumnya terlihat di ujung lautan dengan komposisi tipis namun berlapis-lapis.

Awan stratus tidak berkembang secara vertical seperti jenis awan cumulus, awan ini berkembang mengikuti arah pergerakan angin yang akan berakibat udara mengalami kondensasi pada ketinggian yang rendah.

Awan ini memiliki bentuk sama dan cenderung datar dengan warna abu-abu, awan ini bisa berpotensi mendatangkan hujan gerimis. Jika anda menjumpai awan ini pada daerah yang dingin, pasti akan sulit untuk membedakan awan dan kabut.

#. Awan Dengan Perkembangan Vertikal

Jenis klasifikasi awan yang satu ini memiliki jarak pancang cukup dekat dari permukaan bumi, yaitu hanya sekitar 0,5 km sampai 1,5 km. Berikut macam-macam jenis awan dengan tipe ini ialah:

1. Awan Cumolo Nimbus (Cu Ni)

awan cumola nimbus
en.wikipedia.org

Awan ini memiliki volume cukup besar dengan letak yang rendah, tetapi memiliki puncak yang tinggi melebar seperti gunung. Datangnya awan yang tebal ini, biasanya akan menyebabkan tanda-tanda alam , semisal akan datang angin rebut atau hujan disertai dengan badai, kilat Guntur dan halilintar.

Awan jenis ini mempunyai ketinggian kurang lebih 1000 kaki dengan puncak selebar 3500 kaki. Dengan ketingian rendah namun melebar tersbut, memungkinkan bahwa angin ini berpotensi untuk mendatangkan fenomena alam seperti angin tornado yang sering terjadi di daerah Amerika.

2. Awan Cumulus (Cu)

awan cumulus
en.wikipedia.org

Jenis awan satu ini sering digambarkan dalam film-film fantasy salah satunya seperti dalam film Narnia, yaitu dengan tipe awan berkembang vertical model cumulus. Biasanya mempunyai puncak yang cukup tinggi dengan dibantu oleh udara yang semakin naik ke angkasa.

Ketika awan ini bertemu dengan langsung dengan cahaya matahari, maka akan terlihat sangat terang bercahaya. Meskipun yang terkena hanya sebelah saja, namun tetap menimbulkan cahaya yang cukup terang dan di sisi lain berwarna agak gelap. Hal ini menunjukan warna degradasi yang menakjubkan.

Beberapa penelitian tentang awan cumulus menyatakan bahwa, awan ini hanya mempunyai ketinggian dan lebar yang sama, yaitu berkisar hanya berkisar 1 km saja.

D. Mengapa Awan Bisa Berubah-ubah Bentuknya?

Pertanyaan sepertilah ini yang sering terlintas di pikiran kita. Mengapa awan bisa berubah-ubah bentuk, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain?.

Ketika proses titik-titik air mulai naik ke atas dan membentuk awan, mereka akan bertemu dengan jenis-jenis udara. Jia ia bertemu dengan udara bersuhu dingin, maka ia akan menurunkan hujan, sedangkan jika ia bertemu dengan udara panas awan akan berubah-ubah.

Bisa saja ia akan menguap, namun jika tekanan udara tersebut terlalu tinggi, awan tersebut bahkan bisa saja menghilang. Komposisi awan yang terbuat dari air inilah yang mengakibatkan fleksibel untuk berubah-ubah bentuk seperti mencair ataupun menguap ke atas.

E. Bentuk Dasar Awan yang Ada di Langit

Jika anda benar-benar mengamati bentuk awan yang ada di langit, anda akan menemukan 3 tipe yang membedakan satu dengan yang lainya.

1. Awan Cumulus

Awan berbentuk cumulus pada umumnya ditandai dengan model yang menggumpal-gumpal seperti kumpulan domba yang sedang berjerjeran di padang rumput. Dengan dasar horizontal di langit membuat pemandangan semakin terlihat indah.

2. Awan Stratus

Jenis awan ini berbentuk seperti menyelimuti bumi. Bentuknya yang tipis dan lembut agak transparan menyebar ke seluruh permukaan langit. Karena karakternya yang tipis, biasanya awan ini mampu menyebar merata bagian satu dengan yang lainya.

3. Awan Sirrus

Jika anda memperhatikan bulu ayam, hal tersebutlah yang akan terlintas di pikiran anda ketika anda sedang melihat awan jenis sirrus. Bentuknya merata halus, namun berserat antara bagian satu dengan yang lainya. Hampir mirip dengan bulu-bulu ayam.

Karakternya yang tipis dan merata menandakan tipe awan ini bisa berpotensi mendatangkan hujan.

 

Sumber: http://ilmugeografi.com/

1 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *