Ad Clicks : Ad Views :
img

Jaulah Ramadhan

/
/
/
149 Views

Bismillahirrahmanirrahim..

Awal bulan juli 2014 Ma’had Usman mengadakan kegiatan jaulah. Setiap tahun agenda ini diadakan, tepat nya pada awal bulan Ramadhan. Mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk mengikuti agenda ini, akan di kirimkan ke daerah-daerah yang sudah di tentukan oleh Ma’had Usman selama 2 minggu untuk melakukan dakwah. Diantaranya ada yang dikirim ke sukabumi, garut, lampung bahkan kalimantan juga ada.

Pada waktu itu saya masih awal mustawa tsalis (semester 3). Jadi itu adalah kesempatan saya yang terakhir untuk bisa ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Mengingat semester berikut nya, adalah semester terakhir, jadi tidak mungkin bisa bertemu bulan Ramadhan. Otomatis tidak bisa ikut berpartisipasi.

Awalnya kurang begitu tertarik dengan program ini, tapi banyak temen-temen yang membujuk saya untuk ikut mengingat kuota nya juga masih banyak yang kosong. Dengan berbagai pertimbangan, akhir nya saya memutuskan untuk berpartisipasi dalam program ini.

Sebelum regristrasi saya dan beberapa teman yang akan ikut berpartisipasi, bermusyawarah untuk menentukan lokasi mana yang mau di eksekusi. Dengan berbagai pertimbangan, Kita sepakat, akhirnya memutuskan untuk memilih lampung sebagai tujuan jaulah.

Peserta yang terdaftar jaulah yang menuju ke lampung adalah saya, ilham, yoyo, panggih, adi, fadhil dan rendi. Kita bertujuh. Sebelum berangkat, panitia memberikan pembekalan. Berupa materi-materi tentang adab-adab berdakwah, fiqih dasar, sirah dll.

Semua peersiapan telah disiapkan. Tiga hari menjelang Bulan Ramadhan kita berkumpul di Ma’had Usman. Setelah terkumpul semua, kita menuju gambir untuk mencari bis yang mau menuju ke pelabuhan merak. Sebenarnya di terminal kampung Rambutan juga ada beberapa bis yang menuju ke pelabuhan Merak, tapi disana tu banyak calonya. Demi menghindari hal tak diinginkan, kita mending memilih jalur yang aman dan meuju ke gambir, meski lebih jauh.

Sampai pelabuhan Merak kira-kita pukul 10 malam, kurang lebih. Kita langsung naik kapal yang menuju ke pelabuhan Bakauheni. Terus terang aja, ini adalah pengalaman saya naik transport laut dan juga pengalaman pertama keluar pulau jawa. Alhamdulillah tidak mabuk laut.hee.

Tiba di pelabuhan Bakauheni. Naik travel langsung menuju ke pringsewu. Sampai disana kita menghubungi pak Edison. Beliau adalah penanggung jawab jaulah daerah lampung. Beliaulah nanti yang akan mengantar kita menuju lokasi jaulah. Sebelum ke lokasi, kita istirahat di pesantren tahfizh binaan beliau yang ada di pringsewu.

10462609_654702804616663_3767989353132730086_nSatu malam kita menginap di kediaman pak Edison. Pagi harinya kita langsung di antar ke lokasi jaulah. Nah, pada fase inilah saya harus berpisah dengan teman-teman. Setiap peserta di tempatkan di lokasi yang berbeda. Teman saya yang harus di tinggal di lokasi pertama adalah panggih. Setelah itu mobil yang digunakan pak Edison untuk mengantar kami, melanjutkan perjalanya, menuju lokasi kedua. Di lokasi kedua ini ternyata giliran saya yang harus di tinggal di lokasi jaulah. jujur aja, awal nya sih agak takut karna lokasinya lumayan sepi, agak pelosok dan memang belom pernah ke situ.

Dulunya, mushola yang saya tempati itu adalah sebuah masjid yang digunakan untuk sholat jumat. Setelah warga membangun masjid yang lebih besar akhirnya sholat jumat pun dipindah ke masjid yang baru tersebut.

Namanya pak Hasyim. Beliau adalah marbot di mushola yang saya tempati. Bersama beliau lah saya menghabiskan sebagian waktu saya. Dari mulai sahur hingga berbuka puasa. Kadang kami juga menghabiskan waktu bersama dengan memancing ikan di empang. Ya, lumayan lah bisa di bakar buat buka puasa. Terkadang, ada beberapa warga yang mengantarkan makanan untuk buka puasa. Karena di lokasi tersebut warung makan cukup jauh dan harus di tempuh menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju kesana.

Malam ke dua, saya berkenalan dengan beberapa pengurus mushola tersebut, diantaranya, pak Sarwidi, pak Hasman dan juga pak Lurah. Setelah berkenalan kami membicarakan kegiatan-kegiatan apa aja yang ada di kampung tersebut selama Ramadhan. Kemudian saya juga mencari informasi kegiatan apa saja yang bisa saya kerjakan selama saya jaulah di tempat tersebut.

Pagi harinya saya diantar pak Hasyim untuk silaturahmi ke rumah pak Lurah. Disana saya bertemu pak Lurah dan juga beberapa Mahasiswa UNILA. Mereka sedang melakukan PPL di Desa tersebut. Kebetulan, para Mahasiswa tersebut mau mengadakan Festival agama untuk anak-anak TPA dan TPQ di daerah tersebut. Saya pun di ajak untuk berpartisipasi sebagai juri di acara tersebut.

Kegiatan saya selama jaulah, saya membantu mengajar murid-murid binaan pak Sarwidi, mengadakan acara buka bersama, menjadi muadzin dan kadang-kadang imam sholat fardhu. Di sela-sela itu, saya main ke sawah untuk melihat kolam-kolam ikan di sana. Rata-rata mata pencaharian penduduk daerah tersebut adalah budidaya ikan air tawar.

Dua minggu sudah saya tinggal di lokasi jaulah tersebut. Sebelum pulang saya berpamitan dengan pak Lurah, temen-temen dari UNILA dan juga para pengurus Mushola. Banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil selama jaulah disana.

 Demikian cerita singkat pengalaman jaulah Ramadhan pertama kali. Terimakasih telah berkunjung. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *